LAPS SJK Perkuat Akses Penyelesaian Sengketa, Pengaduan Konsumen Terus Meningkat pada Semester I Tahun 2026

Jakarta, Juli 2026

Kepercayaan masyarakat terhadap penyelesaian sengketa di luar pengadilan terus menunjukkan tren positif. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan (LAPS SJK) menerima 4.823 pengaduan dari konsumen sektor jasa keuangan. Jumlah tersebut meningkat 281% dibandingkan periode yang sama pada semester I tahun 2025.

Peningkatan jumlah pengaduan mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan LAPS SJK sebagai media pengaduan atas permasalahan sengketa keuangan yang dihadapi.

Sebagai informasi, sejak mulai beroperasi pada 1 Januari 2021 hingga 30 Juni 2026, LAPS SJK telah menerima dan menangani 16.672 pengaduan konsumen dari berbagai sektor jasa keuangan.

  1. Sorotan Semester I Tahun 2026

Sepanjang Semester I Tahun 2026 terdapat 4.823 pengaduan yang diterima LAPS SJK. Beberapa capaian utama LAPS SJK adalah sebagai berikut:

1.

a.

31,5% pengaduan merupakan pengaduan berindikasi sengketa, dengan rincian:

 

 

  • 3,63% diselesaikan melalui mekanisme mediasi;

 

 

  • 0,02% diselesaikan melalui mekanisme arbitrase; dan

 

 

  • 27,87% diselesaikan di luar mekanisme Alternatif Penyelesaian Sengketa.

 

b.

38,4% tidak memenuhi kriteria untuk diproses lebih lanjut melalui mekanisme alternatif penyelesaian sengketa sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan; dan

 

c.

30,1% masih berada dalam proses verifikasi.

2.

Sektor Financial Technology (Fintech) masih menjadi penyumbang pengaduan terbesar.

3.

Provinsi dengan pengaduan terbanyak berasal dari Jawa Barat.

4.

Produk dengan pengaduan tertinggi masih didominasi Fintech - Pinjaman Online Multiguna (Penerima Dana).

 

  1. Sebaran Wilayah Asal Pengaduan (Januari – Juni 2026)

Berdasarkan domisili konsumen, lima provinsi dengan jumlah pengaduan tertinggi adalah:

  •  

Jawa Barat

:

17.96%

  •  

DKI Jakarta

:

17.75%

  •  

Jawa Timur

:

16.34%

  •  

Jawa Tengah

:

9.08%

  •  

Banten

:

7.92%

 

  1. Sektor Jasa Keuangan dengan Pengaduan Terbanyak (Januari – Juni 2026)

Pengaduan konsumen paling banyak berasal dari lima sektor jasa keuangan berikut:

  •  

Fintech

:

37.72%

  •  

Perbankan

:

37.18%

  •  

Pembiayaan

:

18.78%

  •  

Perasuransian

:

4.73%

  •  

Lembaga Keuangan Khusus

:

0.54%

 

  1. Produk Jasa Keuangan dengan Pengaduan Tertinggi (Januari – Juni 2026)

Lima produk jasa keuangan dengan tingkat pengaduan tertinggi meliputi:

  •  

Fintech - Pinjaman Online Multiguna (Penerima Dana)

:

23.28%

  •  

Kartu Kredit/Kartu Pembiayaan

:

9.81%

  •  

Produk Pembiayaan Lainnya

:

8.83%

  •  

Produk Perbankan Lainnya

:

7.17%

  •  

Fintech - Pinjaman Online Produktif (Penerima Dana)

:

5.95%

 

  1. Komitmen LAPS SJK

Sebagai satu-satunya Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), LAPS SJK senantiasa memperkuat perannya dalam menyediakan layanan penyelesaian sengketa yang independen, adil, transparan, efektif, dan mudah diakses oleh masyarakat.

Ke depan, LAPS SJK akan terus meningkatkan kualitas layanan melalui penguatan kapasitas kelembagaan, penyempurnaan tata kelola, peningkatan kompetensi mediator dan arbiter, optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi, serta perluasan program literasi dan edukasi kepada masyarakat. Berbagai upaya tersebut diharapkan dapat semakin meningkatkan kepercayaan publik terhadap mekanisme penyelesaian sengketa di sektor jasa keuangan, sekaligus mendukung terciptanya ekosistem jasa keuangan yang sehat, berintegritas, inklusif, dan berkelanjutan.

WhatsApp