LAPS SJK Mencatat 3.515 Pengaduan Konsumen Sepanjang 2025, Perbankan Masih Mendominasi

Jakarta, Maret 2026

Sepanjang periode Januari – Desember 2025, Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan (LAPS SJK) mencatat telah menerima 3.515 pengaduan konsumen sektor jasa keuangan. Pengaduan tersebut didominasi oleh kategori retail dan small claim. Jumlah ini meningkat sebesar 76% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024 yang tercatat sebanyak 2.688 pengaduan.

Secara kumulatif, sejak mulai beroperasi pada 1 Januari 2021 hingga 31 Desember 2025, LAPS SJK telah menerima dan menangani sebanyak 11.849 pengaduan konsumen. Tren peningkatan pengaduan dari tahun ke tahun mencerminkan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan mekanisme penyelesaian sengketa di luar pengadilan melalui LAPS SJK.

A. Kinerja Penanganan Pengaduan Tahun 2025
Sepanjang periode Januari – Desember 2025, sebanyak 3.515 pengaduan telah ditindaklanjuti 100% melalui LAPS SJK, dengan rincian sebagai berikut:

  • 47,71% memenuhi kriteria untuk ditindaklanjuti melalui proses konfirmasi;
  • 43,04% tidak memenuhi kriteria untuk diproses lebih lanjut melalui mekanisme alternatif penyelesaian sengketa sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan; dan
  • 9,25% masih berada dalam proses verifikasi. 

B. Capaian Semester II Tahun 2025
Untuk periode Juli – Desember 2025, LAPS SJK menerima 2.249 pengaduan. Dari pengaduan yang masuk, sebesar 14,14% diselesaikan melalui mekanisme mediasi dan 0,06% diselesaikan melalui mekanisme arbitrase. Sementara itu, 33,51% diselesaikan melalui mekanisme non-Alternatif Penyelesaian Sengketa, dengan rincian:

  • Penolakan mediasi oleh Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK): 23,70%
  • Pemohon mencabut pengaduan: 7,60%
  • Pengaduan selesai melalui mekanisme Internal Dispute Resolution (IDR): 2,22%

C. Sebaran Wilayah Asal Pengaduan (Juli – Desember 2025)
Berdasarkan domisili konsumen, lima provinsi dengan jumlah pengaduan tertinggi adalah:

  • DKI Jakarta: 25,43%
  • Jawa Barat: 16,79%
  • Jawa Timur: 12,75%
  • Jawa Tengah: 7,54%
  • Banten: 6,83%

D. Sektor Jasa Keuangan dengan Pengaduan Terbanyak (Juli – Desember 2025)
Lima pengaduan konsumen paling banyak berasal dari sektor-sektor berikut:

  • Perbankan: 43,56%
  • Financial Technology: 29,90%
  • Pembiayaan: 16,13%
  • Perasuransian: 8,19%
  • Pasar Modal: 1,19%

E. Produk Jasa Keuangan dengan Pengaduan Tertinggi (Juli – Desember 2025)
Lima produk jasa keuangan dengan tingkat pengaduan tertinggi meliputi:

  • Fintech – Pinjaman Online Multiguna (Penerima Dana): 14,51%
  • Kartu Kredit/Kartu Pembiayaan: 10,92%
  • Pembiayaan Multiguna (Pembayaran Angsuran): 8,45%
  • Produk Pembiayaan Lainnya: 6,63%
  • Tabungan: 5,12%

F. Komitmen LAPS SJK
Selaras dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), LAPS SJK menegaskan perannya sebagai satu-satunya lembaga alternatif penyelesaian sengketa di sektor jasa keuangan yang menjunjung tinggi prinsip independensi, keadilan, efektivitas, serta aksesibilitas bagi Konsumen dan Pelaku Usaha Jasa Keuangan.

Ke depan, LAPS SJK akan terus memperkuat kapasitas kelembagaan melalui peningkatan kualitas layanan, inovasi proses penyelesaian sengketa, serta penguatan tata kelola yang baik (good governance), sebagai bagian dari upaya mendukung stabilitas dan kepercayaan terhadap sistem keuangan nasional.

WhatsApp